Ustadz Firanda Andirja, MA
Kisah Seorang Perampok yang sangat di takuti dan menjadi buronan bertobat karena mendengar QS Az Zumar:53
Kisah Seorang Perampok yang sangat di takuti dan menjadi buronan bertobat karena mendengar QS Az Zumar:53
Al-Imam Ibnu Jarir rahimauhullah meriwayatkan bahwasanya
'Ali Al-Asadi telah membuat kerusakan, membuat para penempuh jalan ketakutan
dan telah menumpahkan darah dan merampok. Maka iapun menjadi buronan para
penguasa dan juga rakyat, akan tetapi ia tidak mau menyerahkan diri, dan mereka
tidak mampu pula untuk menangkapnya. Hingga akhirnya iapun datang dalam keadaan
bertaubat. Hal ini disebabkan ia mendengar seseorang membaca firman Allah :
قُلْ
يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ
رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ
الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas
terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS Az-Zumar :
53)
Lalu 'Ali Al-Asadi pun berhenti di hadapan lelaki tersebut
dan berkata, "Ulangi kembali bacaan ayat ini !". Lalu lelaki tersebut
mengulangi kembali bacaannya, maka Ali pun menyarungkan pedangnya lalu datang
dalam kondisi bertaubat.
Iapun masuk ke kota Madinah di waktu sahur (sebelum subuh),
lalu mandi, kemudian mendatangi mesjid Nabawi lalu sholat subuh. Setelah itu
iapun duduk di dekat Abu Huroiroh radhiallahu 'anhu, ia duduk di kerumunan para
sahabat Abu Huroiroh. Tatkala matahari menguning maka orang-orangpun
mengenalnya lalu merekapun berdiri menuju ke arahnya. Ali pun segera berkata,
"Kalian tidak bisa menangkapku karena aku telah datang dalam keadaan
bertaubat sebelum kalian berhasil menangkapku". Abu Huroiroh berkata,
"Ia telah benar". Abu Huroiroh lalu menggandeng tangan Ali Al-Asadi
hingga membawanya ke Marwan bin Al-Hakam –yang merupakan gubernur kota Madinah
di zaman kekhalifahan Mu'aawiyah bin Abi Sufyan-. Lalu Abu Huroiroh berkata
kepada Marwan, "Ini si Ali telah datang dalam keadaan bertaubat, dan tidak
ada jalan bagi kalian untuk menghukumnya atau membunuhnya". Akhirnya Ali
pun dibiarkan dan tidak dihukum sama sekali.
Lalu Ali pun keluar dalam keadaan bertaubat dan berjihad di
jalan Allah dalam peperangan di lautan. Pasukan kaum muslimin bertemu dengan
pasukan Romawi, lalu kaum muslimin mendekatkan kapal Ali ke salah satu kapal
pasukan Romawi, lalu beliaupun melompat ke kapal mereka dan merusak salah satu
sisi kapal mereka hingga kapal mereka miring dan akhirnya merekapun seluruhnya
tenggelam bersama beliau rahimahullah" (Tafsir Ibnu Katsiir 3/102-103 pada tafsir surat Al-Maadiah
ayat 32-34)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar