Sabtu, 28 Desember 2013

Keutamaan Sifat Qonaah

Ustadz Abdullah Taslim, MA
[Menjelaskan Tentang Arti Qona'ah, Apa itu Sifat Qona'ah, dan Keutamaan Sifat Qona'ah]

Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Sungguh sangat beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rezeki yang secukupnya dan Allah menganugerah kan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezeki yang Allah berikan kepadanya.” HSR Muslim 1054.

Hadits yang mulia menunjukkan besarnya keutamaan seorang muslim yang memiliki sifat qanaa’ah1, karena dengan itu semua dia akan meraih kebaikan dan keutamaan di dunia dan akhirat, meskipun harta yang dimilikinya sedikit. [Faidhul Qadiir (4/508). Syarhu Shahiihi Muslim Imam an-Nawawi (7/145)]

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:

- Arti qanaa’ah adalah merasa ridha dan cukup dengan pembagian rezeki yang Allah Ta’ala berikan. Ibid.
- Sifat qana’ah adalah salah satu ciri yang menunjukkan kesempurnaan iman, karena sifat ini menunjukkan keridhaan orang yang memilikinya terhadap segala ketentuan dan takdir Allah, termasuk dalam hal pembagian rezeki. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Akan merasakan kemanisan (kesempurnaan) iman, orang yang ridha kepada Allah Ta’ala sebagai Rabb-nya dan Islam sebagai agamanya, serta (nabi) Muhammad I sebagai rasulnya.” [HSR Muslim 34]

Arti “ridha kepada Allah sebagai Rabb” adalah ridha kepada segala perintah dan larangan-Nya, kepada ketentuan dan pilihan-Nya, serta kepada apa yang diberikan dan yang tidak diberikan-Nya. [Fiqhul Asma-il Husna (hal. 81)]

- Yang dimaksud dengan rezeki dalam hadits ini adalah rezeki yang diperoleh dengan usaha yang halal, karena itulah yang dipuji dalam Islam. [Faidhul Qadiir 4/508]

- Arti sabda beliau, “…yang secukupnya” adalah yang sekadar memenuhi kebutuhan, serta tidak lebih dan tidak kurang[2], inilah kadar rizki yang diminta oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam kepada Allah untuk keluarga beliau , sebagaimana dalam doa beliau, “Ya Allah, jadikanlah rezeki (yang Engkau limpahkan untuk) keluarga (Nabi) Muhammad (Shalallahu 'alaihi wasallam) Quutan.”[3]. Artinya: yang sekadar bisa memenuhi kebutuhan hidup/ seadanya[4]. [2] Syarhu Shahiihi Muslim 7/145 dan Faidhul Qadiir 4/508. [3] HSR al-Bukhari 6095 dan Muslim 1055. [4] Syarhu Shahiihi Muslim 7/146.

- Rasululah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya kemewahan dunia (harta), akan tetapi kekayaan (yang hakiki) adalah kekayaan (kecukupan) dalam jiwa (hati).” [HSR al-Bukhari 6081, Muslim 120]

- Dalam hadits lain, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, “…Ridhahlah (terimalah) pembagian yang Allah tetapkan bagimu, maka kamu akan menjadi orang yang paling kaya (merasa kecukupan).” [HR Tirmidzi 2305, Ahmad 2/310]

Tidak ada komentar: